one step ahead

Just another WordPress.com weblog

Butik Batik Online: BelanjaBatik.Com

Posted by and on July 4, 2008

Sejak beberapa minggu yang lalu, aku berniat untuk membuka butik batik online. Dan sekarang aku bener-bener lagi puyeng ngurusin toko batik online ini. Banyak yang harus dilakukan, dan semuanya harus dilakukan sendiri (ya iyalah… mau minta tolong sapa). Aku penginnya butik batik online ini menjual berbagai perlengkapan batik, seperti baju batik, kain batik dan pernik rumah tangga yang dari batik.

Doain ya, semoga butik batik online ini bisa berjalan dengan lancar.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Iri

Posted by and on September 13, 2006

Ani adalah ibu rumah tangga. Memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya demi untuk mengasuh anak. Mempunyai 2 anak balita yang lucu-lucu. Dia iri kepada Bety.

Bety adalah karyawan swasta yang dijuluki the rising star. Pendatang baru yang sangat mengesankan. Dia bosan selalu kerja disuruh-suruh orang. Dia iri kepada Cita.

Cita adalah mahasiswa master di Universita Kobe. Pemenang beasiswa Toyota. Dia iri kepada Dita.

Dita adalah mahasiswa master di Universitas Kobe, namun tak memiliki beasiswa. Setiap saat harus bekerja di warung sushi untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Karena bekerja, bahasa Jepangnya jadi gape banget. Dia iri kepada Erni.

Erni adalah mahasiswa master di Universitas Kobe, sponsornya adalah Monbusho. Sejak S1 sudah kuliah di Jepang, dan biaya sekolahnya sampe S3 sudah dijamin oleh Monbusho. Dia iri kepada mantan teman satu lab-nya, Fita.

Fita adalah mahasiswa doktoral di Universitas Osaka. Baru saja berhasil pindah ke Universitas Osaka, karena tidak tahan dengan profesornya di Universitas Kobe. Dia iri kepada Gita.

Gita adalah mahasiswa doktoral di Universitas Osaka. Bahwa dia adalah mahasiswa doktoral, tidak membuat mengkeret para fansnya yang tersebar dimana-mana. Gita iri kepada Hirta.

Hirta adalah mahasiswa doktoral di Universitas Osaka. Jomblo tapi bahagia. Hidupnya tenteram, aman dari kejaran fans-fans yang kampungan. Tapi dia sudah bosan sekolah. Dia iri kepada Ira.

Ira adalah mahasiswa master di Universitas Osaka. Punya anak satu. Suami dan anak menemaninya belajar di Jepang. 6 bulan lagi dia akan balik ke Indonesia dan memilih untuk tidak melanjutkan program doktoral, karena sedang hamil anak kedua. Dia iri kepada Jenie.

Jenie adalah mahasiswa master di Universitas Kanazawa. Universitas ndeso yang semua orang Indonesia pasti tidak tahu. Tapi dia selalu berbahagia dan ceria kapan saja dimana saja. Jenie 6 bulan lagi akan pulang ke Indonesia. Dia iri kepada Katrin.

Katrin adalah mahasiswa master Universitas Wakayama. Dia baru saja melahirkan bayi yang sangat cantik. Dia iri kepada aku.

Aku adalah Obelix. Ga pernah sekolah. Tubuhku sehat dan kuat, karena sejak kecil tercebur ke dalam panci ramuan milik Panoramix. Dan sekarang aku merasa agak capek untuk meneruskan postingan ini.

“Aku agak cape, Panoramiiiiiiiiiiiiiiix. Berikan aku ramuan ajaib.”
Aku iri kepada Asterix yang selalu boleh minum ramuan ajaib.

Kesamaan nama dan tempat adalah kebetulan semata.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Menikah (mungkin) adalah kesalahan

Posted by and on September 12, 2006

Tanaka dan Masaru adalah mantan mahasiswa di labku. Tanaka lebih senior 4 tahun dari Masaru. Mereka pacaran selama 2 tahun sebelum akhirnya menikah karena terlanjur hamil. Saat itu, Tanaka sudah tidak berafiliasi di labku, sedangkan Masaru adalah mahasiswa S2 tahun terakhir.

Konsentrasi riset di labku terbagi menjadi 2, to simplify, kita sebut saja mikrobiologi dan plant. Masaru adalah student paling senior di plant team. Karena dia hamil dan melahirkan, akhirnya dia terpaksa putus sekolah dan tidak melanjutkan program S3-nya.

Resepsi pernikahan diadakan setelah bayinya lahir. Saat itu Masaru sudah resmi meninggalkan lab. Di resepsi pernikahan tersebut, Ndoro-besar diminta untuk memberi sambutan. Layaknya orang yang memberi sambutan pernikahan, tentunya yang diharapkan adalah doa-doa untuk kehidupan yang lebih baik. Tapi tanpa kuduga, beliau bilang “Masaru adalah student paling senior di plant-team. Dia diharapkan untuk bisa membimbing adik-adik kelasnya. Baru 1 bulan Masaru resmi meninggalkan lab, telah terjadi masalah di sana-sini. Sejujurnya saya berharap Masaru bisa balik lagi ke lab.”

Ketika aku akan menikah, yang paling aku takuti adalah meminta ijin Ndoro-besar. Tentu saja dia tidak akan melarang, tapi aku tahu dia bakal kecewa. Salah satu seniorku berinisiatif untuk mengorek isi hati Ndoro-besar sehubungan dengan pernikahanku. Beliau bilang “She is really a good student, tapi sayangnya bentar lagi dia nikah…. .”

Ketika suamiku datang ke Jepang selama beberapa minggu, aku menyembunyikan kedatangannya dari orang-orang lab. Sayangnya di apartemen tempat suamiku menginap, tinggal juga 2 orang mahasiswa labku. Salah satu mahasiswa tersebut sangat dekat dengan Ndoro-besar. Selama aku tinggal di apartemen itu, aku selalu berusaha sedemikian rupa supaya tidak berpapasan dengan mereka berdua. Sampe-sampe suamiku bilang “Kita ini dah nikah, tapi kok kek berzina ya.”

Kita memang sudah menikah. Tapi di mata orang lain, menikah (mungkin) adalah suatu kesalahan.

Ndoro-besar, ijinkan aku pulang ya.UPDATE:
Buat yang bertanya-tanya kenapa Ndoro-besar berkelakuan aneh begitu.
Seperti komentarnya mbak Safarindiyah, ini semua adalah beda budaya. Orang Jepang memandang kita aneh. Dalam kacamata mereka sih “Kalo cuma buat sex, apa perlunya sih nikah, udah terikat, ga bisa berkarir pula.” Jadi aku sangat memahami kenapa Ndoro-besar (dan semua temen2 Jepangku) memandang aku adalah orang aneh. Salah satu staf dari sponsorku (sebut aja Pak Matsumoto) kebetulan suka belajar tentang perbedaan budaya ini. Dan Pak Matsumoto yg kemudian menjelaskan ke staf2 lain (staf sponsorku) ttg cara pandang orang Indonesia dan Malaysia terhadap pernikahan. Setelah dijelaskan, staf yang lain bengong “Ooooooooooooo…. jadi gitu toooooo.”
Jadi… ini semua hanya masalah beda budaya saja.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Mendadak dangdut

Posted by and on September 9, 2006

Kenapa sih pacar atau suami tu harus dipanggil ‘mas’? Aturan darimana tu? Kok ga dipanggil ‘dek’ aja, atau ‘om’, atau ‘pakde’, atau ‘mbah’? Ga tau kenapa, aku paling males aja mengganti cara panggilan. Wong sejak awal ga pake ‘mas’, kenapa kalo jadi pacar dan suami harus ganti jadi ‘mas’ hayo? Buat menghormatikah? Walah… emang kalo panggil ‘mas’ trus jadi menghormati po…. illogical conclusion.

Pas baru 2 hari nikah, ibuku protes kok aku panggil Memel dengan ‘Mel’. Trus beliau banding-bandingin ama saudara2ku, yang suka beromantis ria di depan orang lain dengan memanggil suaminya pake ‘mas’ atau ’sayang’. Huahahahaha… lucu juga nyokapku. Lha kalo saudara2ku panggil suaminya dengan ‘mas’ atau ’sayang’… mosok yo aku harus ikut-ikutan sih? Lagian kan aku sama Memel (sejak dulu) sukanya maen yang aneh2. Aku jadi anjing kecil yg lutu dan menggemaskan, dia jadi anjing besar yg galak dan menyebalkan. Aku jadi putri yang cantik, dia jadi pangeran kodok :D . Dia harus bilang kalo aku manis, tapi dia ga boleh protes kalo aku bilang dia jelek :P . Meski aku lebih tua 4 tahun dari dia, kalo ketemu ama orang lain, ntah bagaimana caranya pokoknya orang2 harus ngeliatnya dia anak nomor 1 dan aku anak nomor 2 hihihi. Laaaah… mosok yg model ginian mau panggil mas2-an segala…. ga cocok banget kekeke.Aku tu sejak jaman baheula suka merasa geli aja… kalo ada yang nanya, for example, “Kamu dianterin masmu?”. Huahahaha…. yo wis akhirnya aku terpaksa jawab “Iya, dianterin masku.” Nah lho… masku yang mana lho… wong aku ga punya mas kok. Masku tu cuma satu, saudara sepupuku. Ngapain dia nganter2in aku kemana-mana :D .

Sekarang setelah aku udah nikah… semakin banyak aja yg suka nanya berhubungan dengan ‘mas’, such as, “Masmu skr dimana?” atau “Masmu ga bakal kesini buat liburan?” atau “Masmu kerja dimana?”. Ya ampuuuuun… aku juga ga tau jawabannya.

Well, aku sangat menghargai orang2 yang mendadak dangdut. Hanya gara2 jadi pacar, trus nama panggilan mendadak diubah. Setelah nikah, trus panggilan kesayangan mendadak harus menyesuaikan skenario dangdut. Yup, aku menghargai banget kok. Tapi kan bukan brarti kalo semua orang harus ikut-ikutan mendadak dangdut donk ah. Aku paling ga suka dengan sesuatu yang pasaran, termasuk didalamnya adalah mendadak dangdut.

NB: Postingan ini ga ada hubungannya dengan film dan novel Mendadak Dangdut

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Jangan malu-malu

Posted by and on September 4, 2006

Ga tau kenapa, aku sukanya diliatin orang-orang (Jepang). Nyebelin banget sih, tapi lama2 udah terbiasa. Kadang ada senengnya juga sih, terutama pas ada cowok cakep ngeliatin aku huahahaha. Kemaren pas Mel disini, kebetulan di kreta ada cowok cakep ngeliatin aku. Trus mana dia tu selama beberapa detik gayanya kek ngikutin aku gitu. Huaaaa… segera saja aku dan Mel bergaya ga kenal. Takutnya ntar kalo dia tahu ak ama Mel couple trus dia ga ngikutin aku lagi, rugi banget kan. Untungnya Mel tu orangnya sangat kooperatif. Demi mendukung istrinya dapet fans cakep dia rela berjalan menjauh dariku. Lumayaaaaan… kapan lagi diikutin cowok cakep buahahaha.

Kebetulan aku ama Mel tu orangnya ga malu-malu di depan umum. Aku suka banget jalan sambil mendorong2 dia biar jatuh hihihi. Paling2 orang ngeliatnya juga eneg kali ya, habis ga romantis blass. Trus kalo sensor di departemen store bunyi, aku malah dengan cueknya jalan bolak-balik ngelewatin sensor sampe diliatin orang-orang.

Orang Jepang tu kan aneh ya. Ketika masih pacaran kan mesra tu di depan umum (tapi ak jarang sih ngeliat orang Jepang kissing di depan umum), tapi kalo dah nikah malah semacam tabu untuk menunjukkan kemesraan di depan umum. Aneh. Kalo aku sih… bukan karena pengin menunjukkan atau tidak, tapi emang dasarnya ga tau malu xixixi. Pernah pas lagi di shopping centre, aku peyuk2 ma Mel sambil muter2 hihihi. Habis daripada bengong nunggu temen belanja. Eh diliatin ama orang Jepang sampe segitunya. Ya… kita cuek ajalah. Tapi untungnya Mel kl nyium di depan umum tu sembunyi2, jadi ga terlalu keliatan. Tapi pernah juga ketauan, jadi diliatin deh di kreta xixixi. Ga cuma itu. Aku jg ga pernah malu2 kalo lagi marah atau ngambek. Ga peduli lagi ada orang, marah dan ngambek jalan terus. Malah asyik kalo pas lagi marah atau ngambek di depan orang banyak. Karena kan trus Mel jadi malu, jadi langsung nurutin permintaanku.

Huahahaha… makanya… jangan malu2 di depan umum.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Pisahan

Posted by and on August 23, 2006

Baca blog temenku. Dia dan suaminya kerja di Jakarta. Tapi selama 3 bulan dia bakal ditinggal suaminya dinas ke Yogyakarta. Dan anehnya, dia tu kek yang ngerasa ga bisa hidup karena bakal ditinggal suaminya. Singkat cerita, trus dia semangat lagi, demi mengingat-ingat betapa beruntungnya dia karena cuma ditinggal ke Yogyakarta. Toh transportasi Jakarta-Yogyakarta juga terjangkau. Dan cuma 3 bulan lagi. Dia membanding-bandingkan dengan pasangan lain yang (menurut dia) lebih tidak beruntung karena harus terpisah lautan selama berbulan-bulan.
Bujug dah… enak aja kita dikatakan tidak beruntung. Wuuuuuuuu *cetuk-cetuk pala temenku*.
Dedicated to Astri n Bobby. Happy LDR (lagi) ya… Ga semua orang seberuntung kalian, bisa LDR terus-menerus karena dapat beasiswa ganti-gantian.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Ketika kamu selingkuh

Posted by and on August 9, 2006

Anton sudah 10 tahun tinggal di Jepang. Suatu saat dia berkenalan dengan Rina, wanita cantik yang kebetulan datang ke Jepang untuk short visit selama 6 bulan. Singkat cerita, mereka saling jatuh cinta dan akhirnya menikah pada tahun 2001. Setelah menikah, Rina harus pulang ke Indonesia. Selama 5 tahun kehidupan pernikahan mereka, sebagian besar dijalani dengan LDR (long distance relationship) Indonesia-Jepang. Dalam 1-2 tahun sekali, mereka hanya bertemu 1 bulan.

Anton ini good looking dan kaya pula. Selain itu, karena sudah terlalu lama tinggal di Jepang, Anton benar2 sudah menjelma menjadi orang Jepang. Teman kencannya banyak banget. Baik yang ketemu di dunia nyata, maupun yang berawal dari chat room. On the other hand, banyak juga cewek Jepang yang lebih seneng ama orang asing dengan alasan you-know-why. Jadi klop deh. Ada demand, ada supply.

Suatu ketika, Anton ini curhat tentang masalah keluarganya. Aku tahu kalo dia sedang dalam masalah besar. Wajahnya jadi tertekan, padahal biasanya kan selalu bersinar2 tebar pesona ama cewek2 Jepang. Dia cerita kalo Rina selingkuh. Rina sendiri yang membuat pengakuan. Anton merasa sakit hati, dan dia menginginkan perceraian.

Terus terang aku bingung. Dalam masalah rumah tangga mereka, kan bukan cuma Rina yang selingkuh. Anton mungkin setiap weekend ngedate dengan cewek yang berbeda. Dan Rina juga tahu kalo Anton tu emang hobinya sejak dulu maen cewek. Jadi impas kan. Aku keberatan banget kalo mereka sampai cerai. Karena mereka berdua kan sama-sama bersalah. Alangkah indahnya kalo saling memaafkan, kemudian memulai hidup yang baru. Toh mereka juga sudah punya anak.

Tapi Anton berkeras untuk tetap bercerai. Aku udah berusaha meyakinkan dia sedemikian rupa, tapi dia tetep pada keputusannya. Ini bukan yang pertama kalinya aku gagal meyakinkan temenku tentang sesuatu hal yang aku percaya, tapi entah kenapa kali ini rasanya sakit banget. Aku sedikit shock.

Dalam usahaku memahami Anton, aku bertanya kepada Roni. Roni kebetulan juga setipe dengan Anton. Bedanya, Roni ga secakep dan sekaya Anton, jadi tidak setiap saat dia berhasil ngedapetin temen kencan.

“Ron, sex buat kamu kan adalah kebutuhan yah. Jadi meski istri kamu ga ada disampingmu, kamu bisa sante ajah nyari partner lain demi mencukupi kebutuhan kamu,” aku mulai mengurek.

“Hehehehe… aku ga seburuh itulah,” dia sok malu-malu gitu.

“Nah… kalo kamu punya kebutuhan, brarti kan istri kamu juga punya kebutuhan tu. Kalo misalnya istri kamu tu ternyata di kampung sana juga punya partner lain untuk mencukupi kebutuhannya, trus kamu gimana donk?” tanyaku.

Tanpa berpikir panjang dia bilang “Yaaaaa… aku ceraikanlah.”

“Lho… kok gitu. Kan kamu disini juga punya partner lain selain istri kamu. Kalo kamu boleh punya partner lain, kenapa istri kamu ga boleh punya partner lain? Ga adil lah yaw,” protes mode ON.

“Hmmmm…” dia tampak berpikir keras, “kamu tau ga Neng, laki-laki tu pada dasarnya egois. Jadi laki-laki boleh selingkuh, tapi istrinya ga boleh selingkuh,” tukasnya.

Hahahahaha… dalam hati aku cuma bisa tertawa.

Jadi ternyata begini adanya. Kalo kamu selingkuh dan suamimu ngotot minta cerai, kemungkinan besar itu juga karena suamimu selingkuh. Egois adalah alasan utama, seperti kisah Anton dan Roni. Coz kalo dia ga egois, mungkin dia bisa nerima kamu, maafin kamu, dan menuntun kamu ke jalan yang benar.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Selengkap-lengkapnya perempuan

Posted by and on August 6, 2006

Hmmm… pastinya kita pernah naksir dan ditaksir orang kan ya… (buat yg blum pernah, maapin yah *smile*). Aku percaya tiap orang punya strategi yang berbeda2 kalo lagi suka ama seseorang. Kalo aku sih, semuanya tu harus dimulai dari pertemanan dulu. Jadi enggak ada tu dalam kamus kehidupanku, orang baru kenal tiba2 ngajakin keluar (makan, nonton, jalan, ke love hotel). For this reason, kalo ada orang yang suka ama aku, penginnya sih dia juga memperlakukan aku dengan cara yang sama. Temenan aja dulu. Kalo toh enggak ada kelanjutannya, yah hubungan kan tetap terjaga sebagai teman.

Selama aku di Indonesia, jenis hubungan yang seperti ini selalu dapat aku jaga. Maksudnya, kalo aku suka ama seseorang, ya aku bakalan berteman ama dia. Dan kalo ada orang yang suka ama aku, dia juga bakal berteman ama aku.

Sejak aku di Jepang, aku bertemu dengan berbagai macam orang dari berbagai macam negara dan berbagai macam kebudayaan. Akibatnya, prinsip tadi jadi susah untuk dijaga. Aku juga ga tau apa yang salah, yang jelas sejak datang ke Jepang, orang2 (yang kebetulan) suka ama aku tu… tipikalnya sama. Agresif, tidak beretika dan memuakkan. Baru kenal aja udah berani-beraninya ngajak nonton, dinner, berenang, nonton di private room, pergi ke love hotel. Oh my God, people, seriously, who do you think I am gitu loh.

Well… aku juga tau ya, banyak orang yang selingkuh di sini. Baru sebentar aja hidup terpisah dari partnernya… udah selingkuh di sana sini. Jadi para fansku (sok laku banget deh daku) ini juga EGP apakah aku udah punya fiance atau belum, apakah ak dah punya suami atau belum. Mereka tu carenya cuma satu hal, yaitu apakah keluargaku ada di Jepang atau enggak. Karena logikanya.. kalo keluargaku (life partner) ada di Jepang, kan ga bakal nyari2 selingkuhan. Tapi kalo life partnerku ga ada di Jepang, na… kan bisa tu diajakin selingkuh. Logika berpikir kampungan.

Nah… para fans ini demi mendapatkan apa yang dia inginkan… wuaaaaah usahanya luar biasa sekali. Ga pernah nyerah. Selalu nelpon, walau ga pernah kuangkat. Trus nyoba nelpon dari HP temennya, lagi2 ga pernah kuangkat. Trus nelpon dari telpon rumah, ak tetep keukeuh ga angkat. Gituuuuuuu mulu. Bahkan sampe 6 bulan juga mereka tahan ngelakuinnya. Yang kasihan akhirnya HPku. Karena kalo aku udah kesel banget, kadang HP tu kubuang gitu aja. Kekekeke… untungnya dulu HPku seharga 0 yen, jadi dibanting pun ak santai ajah.

Kadang ak juga ga sengaja angkat telpon, karena takut ada telpon penting dari temenku (yang nomornya ga kecatet di memory HP). Eh ternyata si fans yang nelpon. Kalo udah gini, ak bergaya geblek mode ON, pura2 tulalit kalo diajak ngomong jepang, jadi trus dia kuajak ngomong english aja, ya jelas mereka ga bisa jawab. Akhirnya komunikasi ga berjalan. Hahahaha… syukurin lu daku tipu.

Dan payahnya… ternyata ga cuma para fans aja yang ga punya etika. Perempuan juga bisa ga punya etika, terutama kalo lagi cemburu. Aku pernah dituduh sebagai tukang ngerebut suami orang. Weleh2… kek suaminya tu orang paling keren sejagad raya ajah sampe2 aku harus ngerebut. Itu belum seberapa, aku juga pernah dituduh kerja di sunakku. Perempuan2 yang kerja di sunakku kan bisa dibayar 5.000-20.000 per malam. Ternyata dituduh sebagai pelacur tu sakit banget yah rasanya. Aku sampe meneteskan air mata saking sakitnya. Tololnya lagi… si penuduh ini kan kerja di sunakku. Wuuuu… mosok gara2 dia kerja di sunakku trus dia pikir semua orang kek dia apa. Plis deh ah, mbok behave dikit gitu lho.

Kalo seandainya semua testimonial orang2 tu dipublish untuk umum, pasti yang baca jadi susah menyimpulkan tentang jenis perempuan seperti apakah aku ini. Ada yang bilang kalo aku ni sebaik2nya perempuan (glek), ada yang bilang kalo dia lagi ngajakin ak ke love hotel, ada yang bilang kalo ak ni tukang rebut suami orang, dan ada yang bilang kalo ak ni pelacur. Huahahahaha… bener2 perempuan yang lengkap.

Pengin jadi perempuan yang lengkap? Menangkan scholarship, study abroad. Kamu bakal jadi perempuan yang diirikan oleh perempuan lain, berpendidikan tinggi, berwawasan luas, dan murahan.

Untuk silent readers blog ini yang kebetulan mengenalku dikehidupan nyata. Maaf yah, aku tidak menerima pertanyaan melalui jalur pribadi sehubungan dengan responden postingan kali ini.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Basa-basi bisa basi

Posted by and on August 3, 2006

Satu hal yang aku paling ga suka dari orang Jepang adalah, basa-basinya yang keterlaluan. Basa-basi level rendah sih ga masalah, secara aku ini orang Jawa. Tahu sendirilah, orang Jawa kan juga suka berbasa-basi. But… kadang yah, untuk situasi2 tertentu orang Jepang tu suka berbasa-basi yg ga penting banget deh. Sedemikian ga pentingnya sampe2 menempatkan lawan bicaranya pada posisi yang sangat tidak nyaman.

Suatu saat temenku sedang di kereta. Dia disapa oleh seorang kakek2.
“Kamu dari mana?” tanya si kakek. Mungkin kakek merasa familiar dengan tipikal2 wajah melayu.
“Dari Indonesia.”
Si kakek tertegun. Ternyata beliau adalah mantan tentara Jepang yg ditugaskan di Indonesia. Dan dia tahu perkembangan masalah jugun ianfu. Kakek merasa amat sangat bersalah, sampe2 membungkuk berulang kali sambil bilang “Moushi wake gozaimasen.”
Temenku menjadi sangat tidak nyaman dengan bungkukan si kakek yg sangat dalam dan ‘moushi wake gozaimasen’nya. Bungkukan yg semakin dalam kan menandakan respect yang amat sangat. Dan ‘moushi wake gozaimasen’ tu adalah permohonan maaf dengan bahasa yang amat sangat sopaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan sekali.

Di lab-ku, ada juga orang yang suka berbasa-basi ga jelas. Aku kadang2 sampe pengin muntah2. Dan ternyata itu bukan aku saja. Ada temenku yang pernah curhat bahwa dia ga suka ama Hiroko yang suka berakting. Hehehe… menurut istilah temenku, basa-basi ga jelas tu adalah akting.

Silakan berbasa-basi tapi yg seperlunya saja. Coz basa-basi yang keterlaluan tu bikin eneg bangetz.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Cinta saja tidak cukup

Posted by and on July 30, 2006

Sudah banyak orang yang tahu bahwa ‘I love you. Would you marry me?’ adalah sebuah kelirumologi. Kalo kita menikah dengan seseorang hanya karena kita cinta ama dia, lalu apa jadinya nanti kalo kita udah ga cinta lagi ama dia? Bahwa kita cinta ama dia hari ini, bukan jaminan bahwa besok kita masih cinta dengan orang yang sama, iya ga sih? For this reason, dalam filsafat hidupku, cinta saja ga cukup untuk memutuskan menikah dengan seseorang.
In 40 years, what do you want to be?
Sejak ak SMP, ak membayangkan bahwa di masa tua nanti, ak bakal punya anak yg berbakti ama orang tuanya, nurut ama orang tuanya. Adalah suatu hal yang konyol kalo ak bercita2 pengin punya anak yang seperti gitu, tapi ak sendiri ga bisa seperti itu. Well, ak emang bukan anak yg selalu nurut ama orang tua, tapi untuk hal2 yang besar, ak bener2 nurutin kata mereka.
Entah kenapa, cita-citaku tu juga secara ga langsung mengimbas ke dalam tipe laki2 yang ak cintai. Aku pernah lho tiba2 cinta ama seseorang hanya gara2 dia mau jemput adeknya. Pernah juga tiba2 mencintainya orang yang ak benci hanya karena ak merasa dia tu cinta banget ama keluarganya. Intinya sih semakin cinta dia ama keluarganya, semakin aku cinta ama dia. Semakin dia ga cinta ama keluarganya, semakin aku ga cinta ama dia.
For this reason, IMHO, restu orang tua adalah alasan utama untuk menikahi seseorang. Kalo tiba suatu masa dimana orang tua tidak setuju dengan pilihan kita, mungkin kita bisa saja denga cueknya bilang “Orang tua tau apa sih tentang yg terbaik buat ak. Kok sok tau banget ngelarang ini itu.” Nah lho…. lha emang kita tau apa tentang yang terbaik buat hidup kita di masa depan, kok sok tau banget pake menentukan mau nikah ama si A atau si B.
Titin, entah kenapa selalu terlibat dengan kisah cinta penuh dengan bunga2 cinta. Sebegitunya sampe2 mungkin orang bilang romantis. Padahal menurutku menye-menye. Dia adalah salah satu contoh orang yang kisah cintanya tidak direstui orang tua. Entah kenapa ak jg selalu ga setuju ama pilihannya. Bukan karena orang yg dia pilih itu ga baik, tapi pokoknya ak ga setuju aja, titik. Tapi ak ga pernah khawatir dia bakal nikah ama pacar-pacarnya itu. Karena ak tau, dia ga bakal ga nurut ama orang tuanya. Singkat cerita, dia tidak juga beranjak dari level pacaran, krn pilihannya tidak disetujui orang tua.
Suatu saat, tiba2 ada orang gila pengunjung blognya yang tiba2 ngajakin nikah. Curhatan dia ga ak tanggapi serius. Karena dia emang fansnya seabreg. Sampe suatu saat, Yudi berkunjung ke blogku. Ak ga tau perasaan aneh apa yang menyelimutiku ketika dia berkunjung pertama kali. But, somehow, ak tau aja kalo Yudi tu bakal ama Titin. Aku tu sampe menangis bahagia, demi menyadari bahwa mereka bakal bersama. Seminggu setelah itu, baru Titin cerita tentang Yudi. Bahwa mereka mau nikah. Bahwa hubungan mereka direstui orang tua. Yup, Yudi inilah si pengunjung blog gila yang tiba2 ngajakin Titin nikah.
Seandainya akan dibuat patung yang melambangkan cinta anak kepada orang tuanya, aku milih patung Titin ama ibunya untuk melambangkan cinta anak yang mendalam untuk orang tuanya, sedemikian rupa sehingga betapapun dia cinta ama pacarnya, ga akan pernah ngalahin cinta dia buat ibunya.
Sekaligus kisah cinta Titin dan Yudi ini harus disebarkan, terutama supaya dibaca oleh pasangan menye2, yang menempatkan pacar di atas orang tua. Yang dengan seenaknya menuduh orang tua sok tahu hanya karena tidak meretui pasangan pilihannya. Karena pacar bukan keluarga, maka posisikanlah pacar pada tempat yang semestinya.
Jika tiba suatu masa dimana hubungan cintamu tidak direstui oleh orang tua, jangan pernah menganggap orang tuamu sok tahu. Karena sesungguhnya, kamulah yang sok tahu.
Dedicated to: ibunya Titin

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »